Minggu, 09 Februari 2020


PONDOK PESANTREN SALAFIYYAH
SENTOT ALIBASYA
 Jln. R.E. Martadinata Rt. 006 Rw. 02, Kel. Muara Dua, Kec. Kampung Melayu, Kota Bengkulu





PIMPINAN:
K.H. Hasbullah Achmad

VISI:
Menyiapkan generasi muslim yang cerdas intelektual, cerdas emosional, dan cerdas spiritual.

MISI:
Melahirkan generasi muslim yang shalih, berilmu agama mendalam, berwawasan luas, mampu berperan aktif berhubungan baik dengan sesama makhluq, dan akram, bertaqwa, mempunyai potensi pandai berhubungan dengan Khaliq.

Rabu, 11 Oktober 2017

KIAT MEMBACA KITAB KOSONGAN


Santri, kalo ditanya “Apa yang paling bikin pusing di pondok pesantren?”, pasti mayoritas menjawab: “belajar kitab gundul”. Iya kand?. Kayaknya statement seperti ini kagak terlalu naif dech. Soalnya banyak santri yang ingin bisa baca kitab gundul dengan proses yang kagak butuh waktu lama. Kita kan tahu sendiri kalo kagak semua santri itu mondoknya lama. Saya aja cuma tiga tahun. Itupun banyak bolosnya, bandel lagi.

Ngobrolin hal kaya gini, pasti banyak yang berpikiran dan bertanya, “Gimana iya caranya bisa cepat buat mampu baca kitab gundul? Kalo bisa sich mahir juga”. Siapa aja yang punya pemikiran atau pertanyaan kaya gini berarti masih normal. Oke dech, kagak usah panjang lebar lagi. Ini saya kasih sebuah tulisan yang ada hubungannya dengan hal tadi. Tenang aja, tulisannya kagak panjang banget kox !!!

Kamis, 27 April 2017

Sekilas Tentang Basmallah



Mayoritas fuqaha, terutama mazhab asy-Syafi’I, berpendapat bahwa lafazh basmallah termasuk salah satu ayat dari surat al-Fatihah. Meskipun demikian, tetap ada perbedaan pendapat mengenai hal tersebut. Dan di sini penulis ingin memberikan sedikit gambaran menyangkut masalah khilafiyyah di kalangan ulama fiqih mengenai hal tersebut.

Pendapat Pertama:
Sebagian sahabat—seperti Abu Hurairah, Ali ibn Abu Thalib, Ibn ‘Abbas, dan Ibn ‘Umar—, tabi’in—seperti Sa’id ibn Jubair, ‘Atha`, Al-Zuhri, dan Ibn Al-Mubarak—, serta Fuqaha dan Qari Makkah—seperti Ibn Katsir—dan Kufah—seperti ‘Ashim, Al-Kisa`I, Al-Syafi’I, dan Ahmad berpendapat bahwa lafazh basmallah merupakan ayat dari setiap surat di dalam Al-Qur’an Al-Karim. 

'Ushfuriiyah 2 - Mengharap Rahmat Allah



عن ابن مسعود رضي الله عنه قال قال رسول الله صلى الله عليه و سلم : الفاجر الراجى رحمة الله تعالى أقرب إلى الله تعالى من العابد المقنط
Artinya:



“Orang jahat yang (masih) mengharapkan rahmat Allah itu lebih dekat kepada Allah swt. daripada ahli ibadah yang memutuskan harapan (orang lain) akan rahmat Allah”.



Kisah 1:



Dikisahkan ada seorang laki-laki golongan umat terdahulu yang bersungguh-sungguh dalam beribadah dan menegaskan atas dirinya, tapi membuat orang lain putus asa dari rahmat Allah swt. kemudian, ia meninggal. Lalu berkata, “wahai Tuhanku, apa yang aku peroleh di sisi-Mu?”. Allah menjawab: “neraka”. Ia berkata: “wahai Tuhanku, dimana ibadah dan kesungguhanku?”. Allah menjawab: “sesungguhnya kamu telah membuat orang lain putus asa dari rahmat-Ku di dunia. Maka, aku pun membuatmu putus asa dari rahmat-Ku hari ini”.

'Ushfuriyyah 1 - Kasih Sayang


عن عبد الله بن عمر رضي الله عنه قال قال رسول الله صلى الله عليه و سلم : الراحمون يرحمهم الله , ارحموا من في الأرض يرحمكم من في السماء
Artinya:
"Orang-orang yang berbelas kasih akan dirahmati oleh Allah. Berbelas kasihlah kalian kepada (segala) makhluk yang ada di bumi, maka kalian akan dikasihi oleh makhluk yang ada di langit".
KISAH 1:
Dikisahkan bahwa sahabat ‘Abdullah ibn ‘Umar sedang berjalan (menyisiri) jalanan kota, lalu ia melihat seorang anak kecil yang memegang seekor burung pipit sambal memainkannya. Karena (melihat kejadian) itu, beliau merasa kasihan dengan burung pipitnya. Lalu beliau pun membelinya dari anak tersebut dan melepaskannya. Ketika beliau wafat, sekelompok ulama melihat beliau di mimpi. Mereka pun menanyakan kondisi beliau, katanya “apa yang Allah swt. perbuat terhadapmu?”. Beliau menjawab: “Allah swt. telah mengampuni dan memaafkanku”. Mereka bertanya lagi: “Dengan yang mana, kemurahan hatimu, keadilanmu, atau kezuhudanmu?”. Beliau menjawab: “Ketika kalian meletakkanku di dalam kubur, menutupiku dengan debu, dan meninggalkanku sendirian, lalu dua malaikat yang menakutkan masuk untuk menemuiku. Karena rasa takutku, akalku (seakan-akan) terbang dan persendianku gemetar. Kedua malaikat itu memegangku, mendudukkanku, dan hendak bertanya kepadaku. Namun kemudian, terdengarlah seruan dari langit: “tinggalkan hamba-Ku dan jangan menakutinya. Sesungguhnya Aku telah memberinya rahmat sekaligus mengampuninya. Karena ia telah berbelas kasih terhadap seekor burung pipit di dunia. Karena itu, Aku pun berbelas kasih terhadapnya di akhirat.

Senin, 20 Februari 2017

Sejarah Berdirinya

Ketika pertama kali menjejakkan langkahnya di bumi Raflesia, PPSSA--semula bernama Pondok  Pesantren Jâ-alHaq--yang berdiri pada hari Ahad,  16 Juli 2006 M atau 20 Jumâd al-tsânî 1427 H ini dipimpin langsung oleh deklarator dan sekaligus konseptornya yakni K.H. Hasbullah Achmad. Pengangkatan K.H. Hasbullah sebagai pimpinan pondok pesantren tertuang dalam SK Yayasan tanggal 17 Juli 2006 M atau 21 Jumâd al-tsânî 1427 H, No. 023/SK/Jâ-alHaq/A.1/2006. Awalnya, Pesantren ini hanya mendidik Sembilan orang santri yang terdiri dari 5 santri putra dan 4 orang santri putri, yang sekaligus menjadi siswa MTs Jâ-alHaq. Kemudian pada bulan berikutnya, jumlah santrinya bertambah dengan masuknya beberapa santri baru dari lingkungan sekitarnya yang hanya mengikuti progam pendidikan salafiyah pondok pesantren. Dengan demikian,  jumlah seluruhnya ialah 23 santri yang terdiri dari 15 putra dan 8 putri dengan tenaga pengajar sebagai berikut:

Kurikulum Pondok Pesantren

Untuk mencapai tujuan utama, yakni tafaqquh fî al-dîn, Pondok Pesantren Salafiyah Sentot Alibasya menyusun Kurikulum sebagai berikut:


1.        Bidang Studi Bahasa Arab


Program bahasa Arab diajarkan sebanyak 8 jam dalam sepekan, dengan pertimbangan, bahwa kecakapan berbahasa Arab meliputi empat bidang keterampilan; yaitu kecakapan membaca (mahârat al-qirâ’ah), kecakapan menulis (mahârat al-kitâbah), kecakapan berbicara (mahârat al-kalâm), dan kecakapan mendengar (mahârat al-simâ’). Asumsinya adalah setiap bidang dari empat bidang keterampilan berbahasa tersebut dialokasikan waktu selama 2 jam pelajaran. Namun demikian, dalam pelaksanaannya perlu disesuaikan dengan tingkat prioritas kebutuhan santri. Program ini secara teknis dikelola oleh Lahjah Jâ-alHaq sebuah Lembaga khusus menangani Pengembangan Bahasa Asing Jâ-alHaq (LPBA- Jâ-alHaq). Lembaga inilah yang mendapat amanat dari pihak Pondok untuk mengelolah dan menkondisikan lingkungan asrama dan madrasah menjadi Lingkunagn Arab (Bî-at al-'Arabiyyah) dengan pemakaian bahasa Arab yang fushah dan bahasa gaul ('amiyyah) ala Timur Tengah.

2.        Nahwu


Materi yang dipergunakan adalah al-Jurumiyah kelas satu, Mutammimah kelas dua, Imrithi kelas tiga, dan Alfiyah kelas empat sampai kelas enam. Ditargetkan dalam setiap tahun atau dua semester dapat terselesaikan satu jilid, sehingga dalam tiga tahun seluruh kitab tersebut dapat diselesaikan. Pertimbangan pemilihan kitab ini karena sistematikanya bagus, bahasanya sederhana dan setiap topik dilengkapi dengan contoh-contoh serta latihan. Dengan demikian, diharapkan para santri mampu mengembangkan analisisnya, dan menopang kemandirian belajar.


3.        I'rob


Mata pelajaran merupakan aplikasi dari materi yang telah didapati santri pada mata pelajaran nahwu, terutama menyangkut tentang fungsi dan jabatansebuah kata ketika berada pada struktur kalam/kalimat. Kitab yang digunakan adalah al-I'rob dan qawâ-id al-I'rob dan diajarkan pada kelas dua Ûla sampai kelas tiga Ûla semester kedua.


4.        Sharaf


Materi santri diawali tashrif Tsulatsi Mujarrad kelas satu, tashrif Tsulatsu Mazid kelas dua, Tasrif isim fail, maf’ul, dan Maqsud kelas tiga. Materi disusun sendiri sedemikian rupa dengan memperkaya contoh-contoh yang mencakup semua bentuk/kategori yang dikenal dalam ilmu I’lal. Materi diharapkan dapat dituntaskan dalam semester pertama. Semester kedua diharapkan sudah mulai Tashrif Lughawi. Sedangkan semester tiga dan empat diharapkan sudah selesai seluruh bab Tsulatsi Mazid, baik mazid biharfin, mazid biharfain, maupun mazid bi tsalatsat ahruf. Semester lima dan enam diharapkan merupakan pendalaman teoritis dan aplikatif dari seluruh materi sharaf dari semester-semester sebelumnya, dengan materi dapat digunakan kitab al-Maqshud.


5.        I'lal


Mata pelajaran merupakan aplikasi dari materi yang telah didapati santri pada mata pelajaran sharaf, terutama menyangkut tentang perubahan sebuah kata yanga berkaitan dengan posisi huruf ilat dalam kalimat fi'il maupun kalimat isim. Kitab yang digunakan adalah qawâ-id al-I'lal dan diajarkan pada kelas dua Ûla sampai kelas tiga Ûla semester kedua.


6.        Balaghah


Muatan ini diberikan pada kelas dua wustha guna menambah wawasan para santri sekitar sastra arab yang bersifat dasar. Materi ini meliputi ilmu ma'ani, ilmu bayan, dan ilmu badi', akan diajarkan selama dua semester.


7.        Tafsir


Pengajaran Tafsir dilakukan dengan dua metoda, yaitu metoda tahlili dan metoda maudlu’i. Metoda tahlili diterapkan dengan maksud agar santri dapat memahami dan merasakan munasabah/keserasian antara ayat/atau surat sebelum dengan sesudahnya. Sedangkan metoda maudlu’i diterapkan dengan harapan santri dapat melihat kesatuan gagasan dan pokok-pokok pikiran yang ada dalam Alquran, meskipun ayat-ayat yang membahas tentang satu topik berada di berbagai surat. Materi pada metoda tahlili dapat menggunakan Tafsir Jalalain atau al-Mushhaf al-mufassar sebagai bahan ajar, sedangkan bahan pada metoda maudlu’i dipilih sesuai dengan tingkat perkembangan pemikiran santri.


8.        Ilmu Tafsir


Mata pelajaran ini bertujuan untuk membekali santri dengan pengetahuan yang berkaitan dengan kitab Suci Alquran, agar pada saat belajar tafsir, santri sudah melek Ilmu Tafsir. Dengan demikian, diharapkan dapat memperkuat mata pelajaran tafsir. Materi pelajaran dipergunakan kitab ‘Imu al-Tafsîr manqûl min Kitâb Itmâm al-Dirâyah.


9.        Tajwid


Mata pelajaran ini bertujuan untuk membekali santri dengan pengetahuan yang berkaitan dengan bacaan kitab Suci Alquran, dengan menggunakan kitab Syifa ul-Jinan dan Jazariyah.


10.    Hadits


Materi hadits Budi Luhur pada kelas satu diprioritaskan pada hadits-hadits tentang aqidah dan akhlaq. Sedangkan Arbain Nawawi pada kelas dua dan B. Maraom pada kelas tiga sampai tuntas. Setiap tahun santri ditargetkan mampu menghafal tiga puluh hadits, sehingga dalam tiga tahun mereka setidaknya mampu menghafal sembilan puluhan hadits.  Kelas satu dipergunakan Matan Arba’in.


11.    Ilmu Hadits


Mata pelajaran ini dimaksudkan untuk memperkuat pengetahuan santri tentang hadits. Diharapkan santri menguasai istilah-istilah dan rumus-rumus yang dipergunakan dalam Ilmu hadits, tingkatan-tingkatan hadits, dan kitab-kitab hadits. Menggunakan kitab ajar Musthalah Hadits karangan Sayyid Muhammad Alawi Al-maliki atau yang lain.


12.    Fiqih


Mata pelajran fiqih pada kelas satu dan dua difokuskan pada ibadah, menggunakan kitab al-Durûs al-Fiqhiyyah, dan Matan Taqrîb untuk kelas tiga dilanjutkan dengan Tahrîr pada kelas berikutnya hingga selesai.


13.    Ushul Fiqih


Mata pelajaran ini dimaksudkan untuk memperkuat mata pelajaran fiqih. Ushul Fiqih  sangat perlu diajarkan sejak dini, sehingga mampu mengurangi kebiasaan santri hanya sebagai konsumen produk pemikiran fiqih para ulama, yang umumnya disusun berabad-abad silam, tetapi juga memberikan dasar kemampuan untuk dapat memahami metodologi yang digunakan para ulama tersebut dalam menghasilkan produk pemikiran mereka. Kitab ajar dipergunakan kitab al-Mabâdi` al-Awwaliyyah atau al-Waraqât.


14.    Al-Qawa’id al- Fiqhiyyah


Al-Qawa’id Al-fiqhiyyah ialah kaidah-kaidah umum yang seluruh cabang masalah-masalah fiqih yang menjadi pedoman untuk menetapkan hokum setiap peristiwa fiqhiyyah baik yang telah ditujuk oleh nash yang sharih maupun yang belum ada nashnya sama sekali. Ia merupakan prinsip-prinsipumum yang harus menampung kebanyakan dari bagian-bagian (juz`iyyah) yang terperinci.


Oleh karena itu, mata pelajaran ini diberikan kepada santri yang telah mempelajari semua pembahasan dasar dalam bab-bab fiqih, mulai dari bab bersuci sampai dengan pembahasan tentang ketentuan-ketentuan hamba sahaya/perbudakan. Materi ini diberikan pada kelas enam selama dua semester.


15.    Tauhid


Mata pelajaran tauhid menggunakan sumber berbahasa Arab. Kelas satu, dua dan tiga menggunakan kitab al-‘Aqâid al-Dîniyyah, sedangkan kelas empat semester pertama menggunakan kitab Tijân al-Daruri dan dilanjutkan dengan Kifâyat al-‘Awâm.


16.    Tarikh


Mata pelajaran tarikh nabi yang ada menggunakan kitab Khulâshah Nûr al-Yaqîn dari jilid satu dan hanya diberikan pada kelas satu ula.


17.    Ilmu ‘Arudl


Pelajaran ‘Arudl diajarkan untuk memberi wawasan dasar kepada para santri tentang wazan-wazan syi’ir Arab dan hal-hal yang berhubungan dengannya. Materi ini akan diberikan pada kelas enam selama dua semester.


18.    Ilmu Falak


Pelajaran Falak diajarkan agar santri mengetahui sistem hisab (perhitungan) ilmu falak, baik ilmu falak klasik maupun kontemporer, dan mampu menerapkan teori yang ada dalam beberapa kondisi yang memerlukannya. Pengajaran ilmu falak yang ada meliputi sistem perhitungan atau penentuan waktu shalat, awal bulan, gerhana dan arah kiblat. Materi ini akan diberikan pada kelas enam selama dua semester.


19.    Manthiq


Pelajaran Manthiq ini diberikan untuk membiasakan dan menanamkan formula berfikir dengan cara yang benar. Akan diberikan pada kelas satu wustha selama dua semester dengan memperkenalkan istilah-istilah dasar, teknik melakukan tashawwur dan tashdîq yang berguna dalam membuat definisi yang benar dan melakukan analisis dalam praktek qiyas.


Kurikulum Ekstra 
Kurikulum ekstra adalah serangkaian pelajaran untuk mengembangkan bakat siswa, berupa:


§  Qira’ah ma’a al-Taghanni (seni baca Alquran)


§  Seni Lukis Kaligrafi (Khat)


§  Seni musik hadlrah dan barzanji


§  Program Bahasa Arab


§  Program Bahasa Inggris


§  Pencak Silat Pagar Nusa